Aug
23
2013

Cipto Junaedy

Adalah seorang sosok yang memiliki sebuah strategi yang mungkin di luar dari pemikiran orang banyak pada umumnya yaitu seorang yang mempunyai ide yang sangat berlian sekali dalam bidang property yakni strategi memiliki property tanpa uang tanpa utang, strategi itulah yang membuat beliau di kenal oleh banyak orang, namun pada kesempatan kali ini mungkin tidak akan membahas mengenai strateginya yang banyak di buru oleh berbagai kalangan, tetapi akan membahas mengenai sifat kedermawanan dan kepedulian beliau terhadap sesama yang sedang mengalami musibah dan sangat memerlukan sekali pertolongan.

Berawal dari bencana letusan gunung merapi yang menghancurkan beberapa rumah yang ada di sekitarnya sehingga banyak warga yang mengalami kehilangan tempat tinggal, pada tanggal 30 january 2011 Cipto junaedy memberikan bantuan terhadap 2 keluarga almarhum relawan dan wartawan yang meninggal dunia karena bencana tersebut berupa uang senilai rumah.

Bapak Cipto Junaedy memberikan tali kasih atau bantuan terhadap keluarga almarhum Jupriyanto, Jupriyanto sendiri berpropesi sebagai relawan yang sudah lama membaktikan dirinya untuk membantu korban bencana di berbagai daerah, seperti dalam peristiwa gempa Bantul, tsunami di Pangandaran, dan sejumlah wilayah yang dihempas banjir. Jupriyanto rela bertaruh nyawa demi menyelamatkan nyawa orang tanpa peduli dengan perbedaan agama dan suku, sayangnya, perjalanan mulia seorang Jupri berakhir di kampung halamannya Cangkringan, Harjobinangun, Sleman, Jogjakarta ketika erupsi Merapi terjadi, ia gugur menjadi korban bencana Merapi dan meninggalkan istri dan seorang anak yang masih kecil yang masih memerlukan banyak biaya untuk masa depan anaknya kelak.

Korban bencana Merapi lain yang diberi tali kasih atau bantuan oleh Cipto Junaedy adalah keluarga almarhum Yuniawan Wahyu Nugroho, pria 42 tahun ini adalah seorang wartawan, dia menjadi korban bencana Merapi ketika sedang melakukan liputan khusus di rumah Mbah Maridjan. Wawan, begitu panggilan almarhum, gugur dalam menjalankan tugasnya sebagai wartawan, meninggalkan istri dan anak yang masih kecil yang juga masih memerlukan biaya untuk masa depan nya.

Berangkat dari keprihatinan itulah, Bapak Cipto Junaedy memberikan tali kasih atau bantuan berupa uang Rp 100 juta kepada mereka sebagai bentuk kepeduliannya, memang semula tali kasih akan diberikan dalam bentuk rumah namun setelah mempertimbangkan bahwa relokasi keluarga korban tidaklah mudah, maka tali kasih akhirnya diwujudkan dalam bentuk uang, hal ini sejalan dengan visinya membantu orang banyak untuk memiliki rumah namun tidak mengganggu dengan tabungan yang di miliki alias tanpa uang tanpa utang.

 Itulah sedikit mengenai kepedulian Bapak Cipto Junaedy terhadap sesama yang sedang memerlukan bantuan, selain jago strategi dalam bidang property ternyata sisi lainnya merupakan orang yang sangat dermawan serta peduli terhadap orang yang sedang memerlukan bantuan karena mengalami musibah, uraian ini bersumber di http://robywakass.blogspot.com/2013/07/cipto-junaedy.html sekian dan sampai bertemu lagi pada kesempatan yang lain.

Comments are closed.